Kamis, 07 Maret 2013

Mengenal Sistem Asuransi



Mengenal Sistem Asuransi


Banyak definisi mengenai sistem asuransi, namun pada tulisan ini akan menjelaskan ilutrasi cerita bagaiamana suatu sistem asuransi terbentuk.Dimulai dari 10  yang melakukan kesepakatan jika salah satu dari mereka meninggal akan memberikan santunan Rp. 10.000 perorang, namun akan tidak baik bagi yang meninggal teakhir dimana tidak akan medapat santunan dari siapapun.

 Maka 10 orang tersebut sepakat untuk menitipkan sejumlah uang untuk dikelola pada suatu lembaga  (sebut saja SITI )dengan harapan bahwa jika tiap orang  (dari 10 orang diatas)meninggal dapat mendapat santunan yang sama.




                           
Siti disini tentu saja bertanggung jawab  untuk dapat membayar sejumlah uang pada (santunan) yang jumlah nya sama bagi tiap orang. Dari tanggung jawab tersebut , siti melakukang analisis resiko yang didasarkan pada data statistik yang didasarkan pada beberapa faktor yakni :

  • Usia 
  • Ekonomi 
  • Pola hidup 
  • Kesehatan 
  • Jenis Kelamin 
  • Hobi 
  • Pekerjaan 
  • Culture.
Kemudian dari statistik didapat bahwa setidaknya 1 orang meninggal dalam setahun. Dari kemungkinan pertahun meninggal 1 orang dari kelompok tersebut, dapat dikatakan presentase kematian dari 10 orang tersebut pertahun adalah 10 % dan dengan demikian siti harus dapat mengelola keuangan agar dapat membayar 100.000 per tahun. Dan kelompok tersebut sepakatlah agar membayar 10.000 (10% dari 100.000)pertahun sebagai penukar ketidakpastian resiko dari meninggalnya mereka pertahun.

Untuk dapat membayarkan tanggunganya, siti melakukan investasi lebih besar dari 10%, contoh investasi yang dilakukan 12% dari hasil iuran  tiap orang kelompok tersebut sehingga hasil investasi pertahun adalah 120.000, jika ditambah investasi dan uang dari iurang kelompok pertahun maka dalam setahun siti memiliki uang 220.000 yang dengan demikan tetap aman jika salah satu dari kelompok tersebut meninggal.

Lalu darimana sisi mendapat keuntungan ? Siti mendapat keuntungan tentu saja jika tidak ada yang meninggal dalam setahun. Kemudian siti membagikan hasil iuran tadi sebesar 5.000 yang merupakan hasil kesepakan.

Jika 10 orang dengan iuran 10.000 pertahun dan jika tidak ada yang meninggal dibagi 5.000 perorang dengan bunga 6% investasi maka keuntungan siti:

10.000 x 10  orang                    =                100.000
bunga investasi 12%*100.000    =                  12.000
________________________________________________ +
                                                                 112.000
10* 5.000 (karena tidak 
ada yang meninggal)                  =                  50.000   
_________________________________________________-
keuntungan siti                                               62.000


Lalu bagaimana jika terdapat 1 orang yang meninggal ? 

Jika 10 orang dengan iuran 10.000 pertahun dan terdapat 1 orang meninggal  dengan bunga 6% investasi maka keuntungan siti:

10.000 x 10  orang                         =                100.000
bunga investasi 12%*100.000         =                  12.000
________________________________________________ +
                                                                 112.000
Uang pertangungan
yang mrupakan kesepaktan awal   =                 100.000   
_________________________________________________-
keuntungan siti                                               12.000


Mungkin sedikit sekali keuntungan yang didapat siti, namuan bayangkan jika jumlah kelompak tidak sepuluh melainkan 10X lipatnya dan walaupun dengan jumlah kematian melewati resiko yang diperkirakan.
                     

10.000 x 100  orang                              =               1.000.000
bunga investasi 12%*1.000.000             =                  120.000
_____________________________________________________ +
                                                                           1.120.000
Uang pertangungan
untuk 10 orang meningal dalam setahun   =               1.000.000   
______________________________________________________-
keuntungan siti                                                         120.000




Dari cerita diatas dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah iuran perbulan yang harus dibayarkan 10 orang diatas (10.000 pertahun )dengan kemungkinan meninggal salah satu diantara mereka itulah yang disebut premi. Jadi dapat dikatakan bahwa premi adalah penukar ketidakpastikan yang terjadi pada kelompok tersebut pertahunya. Meski dalam dunia asuransi tersebut premi ini biasanya dibayarakan perbulan, namun pada ilustrasi diatas adalah pertahun. 

Kemudian uang yang harus dibayarkan siti (sejumlah 100.000 )selaku pengelola dan sebagai penangunga resiko jika ada yang meninggal itulah yang  disebut Uang Pertanggungan (UP) . Kesepakatan premi dan UP ini biasanya dilakukan diawal, dan dapat berbeda untuk tiap asuransi.

Kelompok yang berjumlah 10 orang tadi pada dunia asuransi biasnya lebih dikenal sebagai pembeli polis asurasi jika contoh diatas adalah polis asuransi jiwa. kemudia Siti sendiri adalah perusahaan asuransi yang mengelola dan menage resiko atas apa yang kelompok tersebut asuransikan.

Sebagai perusahaan asuransi siti disini harus mempertahikan beberapa hal dalam rangka mendapat keuntungan yaitu: 



  1. Future Value dan Present Value
  2. Resiko Kematian
  3. Biaya Operasional

Faktor premi sendiri dari 3 bagian yang ketiganya mempengaruhi penentuan UP:


  1. Resiko
  2. Bunga
  3. Loading Factor
    1. Loading Factor = Prosentase x Mortality (tingkat kematian)atau
    2. Loading Factor = Prosentase x Morbidity (tingkat kehidupan)



Kemampuan Ekonomi
  • Pada suatu Negara kemampuan ekonominya terbagi menjadi dua:Below the Line -> berusaha meningkatkan kemampuan ekonomi
  • Makmur -> berusaha menjaga kemampuan ekonomi


Prinsip Asuransi:
  1. Nilai ekonomi
  2. Perjanjian
  3. Resiko terukur
  4. Kesamaan
  5. Ganti kerugian
  6. Beneficiary
  7. Tertanggung
  8. Insurable interest
  9. Normal
Sedangkan prinsip perusahaan asuransi adalah sebagai berikut:
  • Nasabah / Klien : mengumpulkan data-data lengkap mengenai mereka
  • Tabel Resiko : didapat dari data-data yang sudah terkumpul
  • Investasi : data investasi yang dilakukan oleh nasabah perusahaan asuransi


Asuransi yang berjalan di Indonesia pada umunya terdapat 3 jenis:
  1. Asuransi Jiwa (Life Insurance)
    Resikonya didasrkan pada data mortalitas, atau tingkat keceklakan. pada asuransi jiwa terdapat 3 macam kegiatan yang berlaku:
    1. Jiwa Berjangka (Term Life) : apabila orang tersebut meninggal maka mendapat tangguhan, namun apabila orang tersebut hidup maka tangguhan tidak diberikan
      Endowment : apabila orang tersebut meninggal maka tidak mendapat tangguhan, namun apabila orang tersebut hidup maka tangguhan diberikan
      Dwiguna : apabila orang tersebut meninggal maka mendapat tangguhan, namun apabila orang tersebut hidup maka tangguhan juga diberikan
  2. Asuransi Umum (General Insurance)
    Mengasuransikan harta benda seperti mobil, properti termasuk rumah, resiko bisnis, dan lain-lain
  3. Reasuransi (Reinsurance)
    Untuk asuransi dapat meliputi asuransi jiwa ataupn harta benda, namun nasabah dari perusahaan reasuransi hanya berasal  dari perusahaan asuransi.